Kamis, 23 Januari 2014

LOMBA BLOG PIALA BAPAK DINO PATTI DJALAL



Who’s The Next Dino Patti?
Oleh: Septia Milanda
            Dahulu, Indonesia adalah negara jajahan oleh beberapa negara. Negara Indonesia pun merdeka tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dengan semangat nasionalisme melawan para penjajah. Akhirnya, tepat tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia menyatakan diri sebagai negara merdeka. Tumpahan darah, deraian air mata, dan cucuran keringat para pahlawan telah mengantarkan generasi Indonesia ke pintu gerbang yang lebih baik sehingga mereka bisa menghirup udara kebebasan tanpa ada rasa takut akan bahaya yang menghadang.
            Semangat nasionalisme tidak harus hanya dimiliki oleh para pejuang, akan tetapi generasinya juga harus ikut meniru sikap tersebut. “Jangan pernah melupakan sejarah”. Itulah sebait kata bung Karno. Kita jangan pernah melupakan sejarah terutama sejarah bangsa Indonesia yang penuh dengan perjuangan dan pengorbanan. Namun, apabila perjuangan dan pengorbanan itu hanya diingat-ingat saja, maka engkau akan lupa.
            Perjuangan dan pengorbanan serta semangat nasionalisme para pahlawan tidak harus dibuktikan dengan berperang. Tapi, bisa diganti dengan semangat belajar, berkarya, dan membangun Indonesia menjadi negara yang lebih maju. Seperti halnya Bapak Dino Patti Djalal, beliau seorang pelopor agar generasi muda dan kalangan umum menyuarakan gagasannya untuk menjawab tantangan masa depan di Indonesia dengan membuat lomba Artikel Nasional yang sangat bergengsi ini. Dengan lomba yang diadakan beliau, secara tidak langsung kaum pelajar dan masyarakat umum bisa belajar sekaligus berkarya, menuangkan gagasan, dan berkreasi dalam membuat website.
            Lomba yang diadakan Bapak Dino Patti dapat memunculkan semangat terutama kepada peserta lomba agar bersemangat mempromosikan tulisannya dan berani menampilkan tulisannya atau bahkan dibaca semua khalayak walaupun peserta masih penulis amatir. Tidak hanya itu, untuk memacuh semangat para peserta lomba, tidak tanggung-tanggung beliau akan membagikan 500 buku kepada 500 pengirim naskah pertama sehingga memacuh adrenalin peserta untuk semangat berkarya dan menuangkan gagasannya. Selain itu, tema yang diberikan beliau cukup menantang dan sungguh luar biasa untuk kemajuan Indonesia menjadi lebih baik.
            Menurut saya, Bapak Dino Patti Djalal adalah seorang pelopor dan nasionalis yang luar biasa, dan sungguh kreatif karena berkat gagasan beliau dalam mengadakan event ini, semua masyarakat dapat ikut menuangkan ide mereka dalam menjawab tantangan masa depan Indonesia yang lebih baik. Tak semua orang bisa membuat hal seperti ini. Namun, sikap dan sosok seperti ini bisa dihadirkan dalam diri kita masing-masing agar kita bisa mengubah Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Akan tetapi, siapa yang lebih dulu bisa menjadi sosok Bapak Dino Adipati selanjutnya???

LOMBA BLOG PIALA BAPAK DINO PATTI DJALAL



Generasi Muda Sebagai Pendobrak, Penyelamat, dan Harapan Bangsa
Oleh: Septia Milanda
            Kita sering sekali mendengar istilah pemuda, remaja, anak-anak, dan bahkan mahasiswa. Ya, mereka adalah generasi muda sebagai tonggak penerus bangsa untuk membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Mereka juga mampu mengharumkan  nama Indonesia di kanca internasional baik di bidang akademik maupun nonakademik. Mereka juga mampu memperkenalkan kebudayaan Indonesia di mata dunia serta di tangan mereka juga yang menentukan kekuasaan pemerintah.
            Ingatkah kalian dengan ajang bergengsi beberapa bulan terakhir di Bali? Semua orang terutama di Indonesia sibuk mempersiapkan segala perlengkapan agar acara tersebut berjalan sukses karena kompetisi ini hampir diikuti oleh seluruh negara dengan mengirimkan delegasi terbaiknya. Ya, Miss World. Ajang tersebut telah membawa Putri Indonesia, Vania Larissa menjadi Top Seven dan The Best Talent walaupun tidak menjadi Miss World 2013 melalui ajang ini Indonesia dapat memperkenalkan kebudayaannya, kulinernya, dan tempat-tempat wisatanya yang eksotis khususnya di Bali. Tidak hanya itu, ada juga ajang bergengsi lainnya seperti SEA GAMES 2011 dan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013 yang diadakan di Palembang, Sumatera Selatan. Kompetisi tersebut juga diikuti oleh beberapa negara yang mengirimkan kontingen terbaik masing-masing. Berkat putra-putri terbaik Indonesia, Indonesia mampu menyabet beberapa medali emas dalam kejuaraan tersebut di cabang olahraga tertentu.
            Tahun 1998, Indonesia digemparkan dengan insiden yang menghebohkan bumi pertiwi. Akibat tewasnya empat orang mahasiswa Universitas Trisakti dalam aksi demo untuk menuntut Presiden RI ke-2 yaitu Soeharto agar turun dari jabatannya karena dianggap telah melakukan kediktatoran dan tindak KKN sebagai pemimpin negara. Dengan aksi demo besar-besaran tersebut dan tewasnya mahasiswa, akhirnya Soeharto turun dari jabatannya.
            “Beri aku sepuluh pemuda, maka akan aku ubah dunia” (Bung Karno). Kalimat yang dilontarkan oleh pelopor bangsa ini benar terbukti. Putra-putri Indonesia yang mampu menurunkan rezim Soeharto, putra-putri Indonesia juga yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia di mata dunia, serta putra-putri Indonesia juga yang mampu mengharumkan nama Indonesia. Mereka semua adalah generasi muda Indonesia sebagai pendobrak, penyelamat, dan harapan bangsa untuk mewujudkan bangsa Indonesia menjadi negara yang lebih baik lagi.
            Akan tetapi, masih ada generasi muda yang terjebak dengan nafsu dunia yang bersifat fatamorgana sehingga mereka jatuh di jurang kehancuran dan terpuruk di dalamnya. Seperti terlibat narkoba, tawuran, dan koruptor. Generasi muda yang tidak dibekali karakter bangsa dan nilai-nilai pancasila akan melahirkan generasi yang pintar tetapi tidak bermoral. Generasi yang pintar tapi tidak bermoral, bila menjadi seorang pemimpin bukan mensejahterakan rakyatnya. Namun, menyesensarakan rakyatnya. Lihatlah!!! Korupsi dimana-mana bagaikan sebuah adat kebiasaan di Indonesia dan bahkan telah mengakar dan mendarah daging.
            Oleh sebab itu, tugas yang diemban generasi muda sangatlah besar untuk membersihkan noda-noda hitam yang ada di Indonesia dari KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) serta menghindari hal-hal yang merugikan diri mereka yang dapat merusak masa depan mereka. Perlunya menanamkan karakter bangsa dan nilai-nilai pancasila terutama nilai kejujuran pada generasi muda khususnya kaum pelajar agar tercipta generasi yang cerdas dan bermoral. Selain itu, di dalam pemilu terutama bagi generasi yang telah memenuhi kriteria sehingga bisa menyuarakan pilihannya, sebaiknya ikut berpartisipasi dalam pemilihan seorang pemimpin agar orang yang terpilih sebagai pemimpin benar-benar orang yang tepat. Kemudian, banyaklah menghabiskan waktu untuk kegiatan yang positif khususnya mahasiswa dan pelajar. Seperti menyalurkan hobinya dengan menulis, olahraga, ikut organisasi, belajar kelompok, dan lain-lain. Hindarilah bergaul dengan orang-orang yang dapat menyesatkan diri kita.

By :
Free Blog Templates