Haiii,,,
Para blogger!!!
Uda lama ya aye ga ngunjungin nih blog.
Kayaknya uda banyak banget debunya. Hehe..
Piuhhh, tiupin dulu ah atu per atu nih.
Pada banyak banget hiasan-hiasan laba-labanya.
Kira-kira uda beberapa bulan ya aye 'hengkang' dari nih blogger hingga ga terawat lagi nih blog aye.
Terakhir kali posting ya Januari 2014 itupun mau ikut LOMBA NULIS DARI BAPAK DINO PATTI DJALAL. Terus, postingan yang terakhir di tahun 2012an. Duhhh, uda lama bingits yak. :D
Ya udah, daripada temen blogger sekalian ngedengerin dumelan aye yang sangat jelas mendingan kunjungi blog terbaru aye. Walaupun masih baru, inshaAllah tetap lembut dan cantik blognya kayak aye.
Ya udah, daripada penasaran sama blog aye yang satu ini. Yuks, kunjungin juga blog terbaru aye.
Dengan URL: http://septiamilanda-success.blogspot.com/
Tapi, masih baru loh belum sebagus ini, cieelehh...
Joum,, buruan mampir.
Semoga bermanfaat dan juga bisa menginspirasi. :)
Senin, 13 Oktober 2014
New Blogger
Diposting oleh Septia Milanda di 15.40Kamis, 23 Januari 2014
LOMBA BLOG PIALA BAPAK DINO PATTI DJALAL
Diposting oleh Septia Milanda di 03.30
LOMBA BLOG PIALA BAPAK DINO PATTI DJALAL
Diposting oleh Septia Milanda di 03.29
Jumat, 22 November 2013
Selembut Kasihmu
Diposting oleh Septia Milanda di 20.22Sign In | AddThis
Mohon bantuannya.
Dengan cara like/ komentar/ share link ini http://inspirasi.co/forum/post/738/selembut_kasihmu baik via blog, FB, twitter, dan sosmed lainnya.
Thank you.. :)
Selasa, 26 Juni 2012
Cerita Mini Malam
Diposting oleh Septia Milanda di 07.38 Tina berjalan melewati jalan raya. Kepalanya menunduk, kakinya melangkah perlahan-lahan, pikirannya melayang, entah apa yang Tina pikirkan. Kecamuk jiwa yang kini menghantui dalam pikirannya membuat konsentrasinya disaat berjalan terabaikan.
"Bruuukkk,,,"
Tina terjatuh. Tanpa Tina sadari ia telah menabrak batu. Keluar darah di sekitar tumit Tina. Tina mencoba menahan rasa sakitnya. Tina pun bangkit dan melanjutkan perjalanannya.
Setiba di rumah, Tina segera mengobati kakinya dan mengurung diri di kamarnya. Matanya menerawang melihat seisi kamar, masih tergambar jelas di memori otaknya Tina mendapat nilai terendah di pelajaran matematika. Alangkah mirisnya hati Tina melihat itu. Tina tahu semua teman-temannya di saat ujian tidak berasaskan kejujuran. Namun, Tina harap ada sebuah keajaiban terhadap nilainya nanti.
To be continue...
