Kamis, 21 Juni 2012
Hidup lebih Indah Bila Berasaskan Kejujuran
Diposting oleh Septia Milanda di 03.40
Cerita Mini Sore ...
Senja telah memudar, sang mentari pun sudah bersembunyi di ufuk barat.
Pak Karyo harus mengakhiri pekerjaan walaupun dengan berat hati. Pak
Karyo sudah tiga tahun ini berprofesi menjadi seorang pemulung semenjak
perusahaannya bangkrut dan barang-barang miliknya di sita oleh Bank.
Di tengah perjalanan pulang Pak Karyo melihat sebuah dompet. Kemudian, Pak Karyo memungut dompe...t tersebut. Dibukanya dompet itu, ternyata isi dompet itu masih utuh dilengkapi dengan sejumlah uang, SIM, dan KTP.
Setiba di rumah, Pak Karyo panik. Tubuh anaknya panas dan menggigil. Ia
terpaksa membawah anaknya ke rumah sakit. Ternyata anaknya terserang
DBD. Pak Karyo harus membeli obat untuk anaknya dan dengan berat hati
menggunakan uang yang ia temukan tadi.
Keesokkan harinya, Pak
Karyo berniat ingin mengembalikan dompet itu. Akhirnya, Pak Karyo
menemui pemilik dompet itu dan meminta maaf telah berani meminjam uang
itu.
"Pak, apakah benar ini dompet anda?" tanya Pak Karyo.
"Oh iya benar, terimakasih pak" ucap si Pemilik Dompet.
"Pak, sebelumnya saya minta maaf telah berani meminjam uang Bapak untuk
biaya pengobatan anak saya sebesar Rp 50.000,00 tanpa sepengetahuan
bapak. Insya Allah, saya akan menggantinya segera" ucap Pak Karya gugup.
"Tidak apa-apa pak, saya ikhlas. Sebagai tanda terimakasih saya, ada
sedikit rezeki buat bapak. Bapak bisa menggunakannya untuk pengobatan
anak bapak selanjutnya" jawab si Pemilik Dompet.
#Hidup akan lebih indah jika berASASkan KEJUJURAN *^_^*
Hollywood, 21 Juni 2012
Kamis, 12 April 2012
Tersenyum Dalam Lautan Luka
Diposting oleh Septia Milanda di 00.43Aku hanya membisu
melihat dirmu tanpa kata-kata
Tatapan matamu dingin terhadapku
Tak ada rasa perduli terhadapku
Disini aku tengah terpuruk dalam balutan luka
Aku butuh tempat bersandar
mencurahkan semua kecamuk jiwa yang tengah melandah
Terkadang senyum bukan berarti aku bahagia
tetapi membaluti semua luka
yang tergores dan memerah
Tak ada orang yang perduli
Aku kecewa, kecewa sangat mendalam
Hatiku terluka,,,
Hollywood, 12 April 2012
Sabtu, 17 Desember 2011
PUISI LEBIH DARI APAPUN
Diposting oleh Septia Milanda di 07.18
PUISI LEBIH DARI APAPUN
Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Rindu adalah kendaraanku
Maka sampaikan sejuta salamku pada-Nya
Sepenggal mentari adalah waktuku mengunjungi-Nya
Dan menadahkan sejadah
Kesejukkan jiwaku adalah wudhu karena-Nya
Yang menyinari setiap langkah
Kesehatan rohaniku adalah gerakan berbakti pada-Nya
Teman akrabku adalah mengingat diri-Nya
Yang menerima setiap curahan manusia
Amalanku adalah dasar cinta dan kerinduan pada-Nya
Yang mampu menghilangkan kegalauan jiwa
Keyakinan adalah kekuatanku
Hanya Dia yang dapat menolongku
Ketaatan adalah bukti kecintaanku
Agar aku menjadi kekasih-Mu
Kecintaanku pada-Mu
Melebihi air di seluruh lautan
Bertemu dengan-Mu adalah harapan terbesarku
Karena Engkau lebih dari segalanya
Aku ingin bertemu dengan-Mu
Jika Engkau cabut nyawaku segera
Aku sangat rela dan bahagia
Apabila aku menjadi kekasih-Nya
Hollywood, 16 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
PUISI SI PENJILAT
Diposting oleh Septia Milanda di 19.00 Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
aku tau
engkau bisa menjelajahi dunia
tak seperti aku
yang baru tumbuh dan merekah
aku bagaikan sebuah tunas
yang akan dipindahkan ke tempat yang luas
Aku memulai penjelajahan
dan baru mengenal dunia luar
Aku belajar mandiri
dan kau tahu,aku lebih pandai darimu
Tapi engkau angkuh
lebih dari yang aku kira
Engkau baik padaku
tapi semua itu palsu
Engkau bagaikan bunga bangkai
yang kelihatan indah
tapi busuk baunya
Umbar senyum darimu
semua itu adalah palsu
Sejak detik ini akan kukobarkan semangatku
demi mengalahkan dirimu
Engkau ibarat tupai
yang pandai melompat dan memanjat
Tapi dunia selalu berputar
terkadang diatas bahkan dibawah
dan roda kehidupan terus berjalan
tak tau berada diposisi apa ????
Hollywood, 16 September 2011
Selasa, 29 November 2011
MENUSUK DARI BELAKANG
Diposting oleh Septia Milanda di 22.14
Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Terlintas di pikiranku
Engkau telah menghapus ingkaran suram
Yang terukir di hatimu
Prasangka yang baik
Tak sebaik yang tergambarkan
Engkau masih menorehkan luka di hati
Entah sampai kapan
Jejak itu akan menghilang
Goresan suara hatimu
Dalam secarik memori putih
Engkau curahan kisah duka
Antara dirimu dan aku
Ternyata diriku, sahabat burukmu
Aku tersenyum kecut
Mataku berkaca-kaca
Sampai kapan engkau akan
melupakan semua
Aku merasa bersalah
Padahal kita sama
Tapi engkau ungkapan semua
Aku hanya pasrah
Dan aku hanya bisa membisu
Sikapmu yang tak terduga
Menusuk jiwaku hingga ke sukmah
Hollywood, 30 November 2011
CURAHAN HATI
Diposting oleh Septia Milanda di 14.32Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Jiwaku membara
Bagaikan api yang menyalah
Semangatku telah sirnah
Dan aku pun telah lelah untuk melangkah
Kecamuk jiwa
Yang menusuk hingga ke sukmah
Mematahkan raga yang gembira
Dan pudar untuk kedua kalinya
Kini aku bagaikan sebatang pohon
yang tertanam di tanah gersang
Aku hanya pasrah dalam asah
Dan meneteskan mutiara jiwa
Jiwaku meraung kencang
Telah liar menjadi binatang
Kepingan-kepingan kesal
Merasukki jiwa yang tenang
Hati ini suci
Dan kini ternodai
Aku ingin kalian mengerti
Curahan kecil dari lubuk hati
Hollywood, 29 November 2011
Subscribe to:
Postingan (Atom)
