Selasa, 29 November 2011
CURAHAN HATI
Diposting oleh Septia Milanda di 14.32Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Jiwaku membara
Bagaikan api yang menyalah
Semangatku telah sirnah
Dan aku pun telah lelah untuk melangkah
Kecamuk jiwa
Yang menusuk hingga ke sukmah
Mematahkan raga yang gembira
Dan pudar untuk kedua kalinya
Kini aku bagaikan sebatang pohon
yang tertanam di tanah gersang
Aku hanya pasrah dalam asah
Dan meneteskan mutiara jiwa
Jiwaku meraung kencang
Telah liar menjadi binatang
Kepingan-kepingan kesal
Merasukki jiwa yang tenang
Hati ini suci
Dan kini ternodai
Aku ingin kalian mengerti
Curahan kecil dari lubuk hati
Hollywood, 29 November 2011
KEKESALAN JIWA
Diposting oleh Septia Milanda di 14.29
KEKESALAN JIWA
Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Aku kecewa
Kecewa yang sangat dalam
Sedalam lautan Samudera
Hatiku sedih, teriris perih
Tak ada yang peduli
Aku menangis di dalam hati
Dan tak bisa tertahan lagi
Rasanya bibir ini ingin bernyanyi
Aku kecewa
Terimakasih ya
Telah buat aku kecewa
Kecewa yang sangat mendalam
Mata ini bagaikan awan hitam yang kelam
Dan tak bisa tertampung lagi airnya
Jiwakku murkah dan sangat terluka
Sekali lagi, terimakasih ya buat kalian semua
Aku hanya ingin sendiri
Menghilangkan penat hati yang kian menjadi
Aku harap kalian akan mengerti
Semua ini terjadi,karena aku ingin sendiri
Hollywood, 29 November 2011
Minggu, 27 November 2011
PUISI DAG DIG DUG
Diposting oleh Septia Milanda di 02.30Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Dag...dag...dag
Hatiku berdetak-detak
dan bergejolak sangat kencang
Bagaikan angin hitam yang menerpah awan
Dig ... dig... dig ....
Aku bagaikan setitik
embun yang dibasahi hujan semalam
dan menghilang ketika mentari datang
Dug ... dug... dug....
Hatiku mulai terpuruk
ibarat jiwa mulai remuk
dan kehidupan telah membusuk
Dag ...dig... dug...
Denyut nadiku semakin tak tentu
Hatiku mulai resah dan tak terarah
Akankah semua ini berakhir sudah
Hatiku semakin gelisah
akankah aku bisa
menhadapi semua yang ada
Oh Tuhan, teguhan hati Hamba
Hollywood, 27 November 2011
Rabu, 23 November 2011
PUISI PILIHANKU
Diposting oleh Septia Milanda di 21.47Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Aku bagaikan burung kecil
yang sudah kilo menjelajah
Pengalamanku terhenti seketika
Ketika sayapku terluka
Hatiku resah
Hatiku gundah
Perjalanan ini telah mengukir kepakkanku
di setiap hembusan napas
Seketika aku harus berhenti
di akhir tujuan hidupku
Tapi disaat lukaku sembuh
Semua pilihan jatuh di tanganku
Hatiku terpuruk mati
Ibarat kayu yang terbakar api
Semangatku telah sirnah
seperti sayapku yang terluka
dengan harapan yang cerah
Aku putuskan pilihanku
melanjutkan perjalananku
Hingga menutup mata
Hollywood, 23 November 2011
Rabu, 05 Oktober 2011
PUISI AKU KECEWA
Diposting oleh Septia Milanda di 01.03
Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Jiwaku mulai membara
bagaikan semangat empat lima
semangatku terus berkobar
seperti sang merah putih yang berkibar
Tapi semua itu telah hilang
Hanya celotehan darinya
Semangatku telah pudar
Hingga tak tau keberadaannya
Aku kesal
Aku murkah
dan aku sangat kecewa
apalagi karna dia
Aku bukanlah superman
yang sangat hebat
dan aku bukanlah anak presiden
yang selalu engkau banggakan
Aku akan berusaha
sepenuh jiwa dan raga
untuk mencapai semuanya
Tapi aku telah kecewa
hanya karna dia
Tuhan, tolong aku
bersabar dalam setiap ujian ...
Hollywood, 3 oktober 2011
Jumat, 30 September 2011
PUISI MAKHLUK GAIB
Diposting oleh Septia Milanda di 22.51
KARYA : SEPTIA MILANDA
Zaman telah berubah
Tiada lagi manusia yang percaya
Hanya orang pintar
yang tau keberadaannya
Ada yang percaya
tapi tak sesuai dengan logika
Mereka itu ada tapi tak terlihat dengan mata
Sulit untuk meyakinkan hati
ibarat terbang tanpa sayap
Bawasanya mereka itu ada disekitar kita
Semarak senja telah memudar
Kegelapan mulai menampakkan dirinya
Tiada suara yang terdengar
Ibarat dunia ditelan malam
Angin yang meraung kencang
membuat teror ketakutan
Malam yang menebarkan keremangan
dibawah pohon besar
Aroma sepi
membuat bullu kudukku berdiri
Disana nampaklah
gadis berkain putih
Hollywood, April 2011
PUISI SAHABAT SEJATI
Diposting oleh Septia Milanda di 20.10
Goresan Tinta Emas : Septia Milanda
Saat kukenang kau di hatiku
Aku teringat gemuruh canda tawamu
Hatiku merasa rusuh jika tak bersamamu
Aku disini sangat merindukanmu
Bagai burung yang menantikan induknya
Aku takut kau meninggalkanku
Tumpahkan tangis diatas tampah
Sahabat sejati
Engkaulah curahan hatiku
Jiwaku, jiwamu bagaikan satu jiwa dalam dua tubuh
Aku dan dirimu yak lekang oleh waktu
Tempatku berbagi cinta kasih denganmu
Ingatlah semua kenangan bersamaku
Sand T, Mei 2011
Subscribe to:
Postingan (Atom)
